Rumah Bebas Asap Rokok

Rumah Bebas Asap Rokok

Minggu pagi, 16 September 2012 merupakan hari yang penuh arti, baik bagi mereka warga Kemloko maupun bagi warga FK UGM, yaitu hari deklarasi. Deklarasi adalah kegiatan untuk menyepakati perjanjian yang telah dibuat dalam teks deklarasi dengan melantik kader-kader yang telah mereka pilih untuk membimbing mereka dan merupakan puncak awal perubahan mereka untuk menjadi dukuh yang lebih baik. Tujuan diadakannya acara ini yakni meningkatkan kesehatan warga Indonesia, yang dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu di Dukuh Kemloko ini. Deklarasi ini menetapkan bahwa Dukuh Kemloko akan menjadikan perumahan di dukuh tersebut bebas tanpa asap rokok dimana hal ini tercantum dalam hal deklarasi untuk tidak merokok di dalam rumah, di perkumpulan warga dan di dekat ibu hamil dan anak-anak.

Bertempat di lapangan depan TK Musyittoh 5, acara pun dimulai dengan penyambutan dan jalan sehat mengelilingi dukuh Kemloko sembari para kader membawa spanduk bertuliskan “Rumah Bebas Asap Rokok” di barisan terdepan. Sesampainya di tempat pendeklarasian,  mereka mendapatkan snack dan menukar kupon untuk mendapatkan doorpize. Para tokoh masyarakat kemudian memberikan sepatah kata sambutan dan dilanjutkan dengan acara pembagian doorprize serta hiburan rebana. Warga sangat antusias dalam acara ini, bahkan mereka rela menggelar tikar dan duduk di teras perumahan.

Acara puncak pun dimulai yaitu pembacaan teks deklarasi yang dibaca oleh seluruh warga Dukuh Kemloko dan penandatangan teks deklarasi oleh 4 ketua RT di Dukuh Kemloko, Bapak Kepala Desa, Bapak Camat Desa Piyungan, Dinas Kesehatan, dan perwakilan dari Bupati Bantul. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan para kader, dimana para kader ini harus bisa melakukan upaya terbaiknya dalam melanjutkan tujuan kegiatan ini yaitu rumah bebas asap rokok.

Sembari acara deklarasi dilaksanakan di lapangan, acara pelayanan kesehatan gratis pun dilakukan di TK Masyittoh. Dengan mengambil nomor antrian, para warga dapat mengetahui tekanan darah dan cek gula darah yang dibantu oleh dr. Yudha dan kakak-kakak dari HIMAGIKA. Resep obat dari dr. Yudha dapat langsung dirujuk ke mobil sehat yang dibantu oleh kakak-kakak TBMM.

Acara ditutup pukul 11.00 WIB dengan doa sembari kegiatan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Acara penutupan dilanjutkan dengan makan bersama para tokoh masyarakat untuk menjalin hubungan kekerabatan yang lebih dalam antar sesama. Tokoh masyarakat itu antara lain adalah Ir. Wakhid, M. Ag selaku wakil dari bupati, bapak Amir Syarifudin dan Ibu Maslahah dari DPRD Bantul, bapak Ary Dewanto Ketua Inisiasi Kawasan Tanpa Rokok DPRD Bantul, bapak Pardi wakil dari kecamatan, H. Mulyana Kepala Desa Srimartani, dr. Erni kepala Puskesmas Piyungan, bapak Anang wakil Dinas Kesehatan, mbak Dian dan mbak Mita dari Humas FK UGM, mas Gusti dari Humas UGM, serta mas Yanto, ibu Endang, ibu Yusniar, dan mas Fajar dari QTI.