FK Goes to University: Universitas Sebelas Maret

FK Goes to University: Universitas Sebelas Maret

H1

FK Goes to University I adalah salah satu program kerja Kementerian Hubungan Luar 2015 dimana anggota Kementerian Hubungan Luar dan anggota BEM lainnya mengunjungi FK UNS di Solo. Kegiatan ini bertujuan  untuk  menjaga  dan  meningkatkan  networking BEM  FK  UGM  di  luar  kampus.  Acara tersebut diisi dengan diskusi grup dari beberapa kementerian yang berlangsung dengan santai serta menyenangkan, walaupun tidak semua perwakilan dari tiap kementerian dapat hadir, tetapi anggota hubungan luar mewakilinya.

H2Acara dibuka dengan sambutan dari Presiden BEM FK UNS dan Sekertaris Jendral BEM FK UGM. Setelah perwakilan kedua pihak memberikan sambutan, para peserta FGTU dibagi  bedasarkan bahasan kementerian. Berikut adalah gambaran suasana group discussion, mengenai hasil  diskusi akanada di akhir laporan perjalanan ini.

H3H5

Setelah sesi diskusi kementerian selesai, acara ditutup dengan saling bertukar kenang-kenangan institusi yang diwakili Menteri Luar Negeri BEM FK UNS dan Menteri Hubungan Luar BEM FK UGM.

H8

Hasil sharing tiap group discussion

#Sekertaris Jenderal, Menko Eksternal, BKPD

  • Bagaimana afiliasi BEM dengan IOMS (Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis) perjurusan di FK UNS? Sejauh ini BEM berafiliasi dengan ISMKI, bukan melalui Himpunan Mahasiswa PD. Namun karena FK UNS memiliki 5 prodi, yaitu Pendidikan Dokter, Psikologi, Hiperkes, K3 dan Kebidanan maka untuk kedepannya BEM FK UNS punya rencana berafiliasi juga dengan masing-masing IOMSnya.
  • FK UNS mempunyai Hima PD, bagaimana keadaan sebelum dan sesudah adanya HimaPD tersebut? Perubahannya sangat signifikan. Program kerja BEM yang dibuat untuk temen-temen PD dialihkan ke HimaPD, namun ketika terbentuknya hima tersebut partisipan mahasiswa yang tertarik sangat tinggi.
  • Bagaimana kaderisasi di FK UNS? Di dalam FK UNS terdiri dari 5 prodi yang terbagi menjadi 3 kampus. FK UNS tidak mempunyai ospek universitas, yang ada ospek jurusan, ospek fakultas dan mabim (masa bimbingan). Kegiatan-kegiatan tersebut dijalani mahasiswa baru dalam waktu sekitar 1 bulan.
  • Apa fokus isu BEM FK UNS tahun ini? Jaminan Kesehatan Nasional.
  • Gambaran singkat tentang BEM FK UNSBEM FK UNS terdiri dari 7 kementerian yaitu 1. Sosial  2. Dalam Negeri  3. Luar Negeri  4. Advokasi  5. Keuangan  6. PSDM  7. Kominfo
  • Kepengurusan BEM FK UNS dipegang oleh mahasiswa tahun pertama sampai tahun ketiga. Untuk penjagaan  internal  diampu  oleh  Sekretaris  Jenderal  yang  mempunyai  3  staf  ahli:  personalia, kerumahtanggaan  dan  Risnov  (Riset  dan  inovasi).  Di  luar  organisasi  BEM  itu  sendiri,  BEM  FK  UNS mengampu 16 lembaga di KMFK UNS, yaitu 7 lembaga internal dan 9 lembaga eksternal. Organisasi ini juga mempunyai garis koordinasi dengan himpunan mahasiswa dari 5 jurusan yang ada di FK UNS. Afiliasi BEM dengan IOMS masing-masing jurusan rencananya akan ditambah lagi.
  •  Pertanggungjawaban kegiatan kepada dekanat hanya kegiatan-kegiatan yang membawa nama FK, baik internal maupun eksternal. Kegiatan yang diadakan oleh organisasi eksternal tidak mendapat dana fakultas (RKAT). Untuk koordinasi internal, BEM FK UNS mempunyai sistem setor tanggal, tidak dibahas dalam suatu forum/rapat.

#Menko Internal

  •  Divisi Internal di BEM FK UNS membawahi organisasi apa saja? Disini  kami  membawahi  16  organisasi.  5  Himpunan  Mahasiswa  dan  11  UKM  (Skarta  -UKMKesenian-, Vagus –Pecinta Alam dan TBM-, Kadaver –Basket-, MFC –Futsal-,  Eritro –Jurnalistik-,Kastrad, SKI –Rohis Islam-, KMK, PMK, BEM, dan DEMA.
  • Mengapa BEM dan DEMA masuk kedalam organisasi dibawah Internal? BEM dan DEMA masuk ke dalam salah satu UKM karena merupakan unit yang mewadahi kegiatan mahasiswa juga. Tapi bisa dibilang disini BEM dan DEMA merupakan UKM tertinggi.
  •  Apa saja Proker divisi Internal BEM FK UNS? Untuk Proker pertama ada Konsolidasi dan silaturahmi antar UKM. Jadi Konsolidasi merupakan kegiatan untuk menyatukan jadwal UKM-UKM di FK UNS supaya tidak bertabrakan jadwal satu sama lain. Proker lain ada Ormawali (pertandingan antar UKM), SMC (lomba basket dan futsalnasional),  Skeleton (Try Out SBMPTN),  Porseni,  BBB (Bukan Bincang Biasa) yakni  perkumpulanUKM-UKM dalam rangka membahas isu-isu yang ada, yang terakhir ada Expo Internal (Expo untukmemperkenalkan seluruh UKM yang ada di FK UNS).
  •  Bagaimana cara merangkul seluruh warga FK untuk turut berpartisipasi dalam proker-proker yang diadakan internal? Kami menyatukan warga FK UNS untuk selalu bergabung dengan proker yang ada dengan adanya poin SPKK. Poin SPKK melingkupi tiga hal yakni Spiritual, Softskill dan Hardskill. Setiap kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa akan memiliki poin tersendiri. Isunya, apabila poin SPKK tidak memenuhi, mahasiswa tidak akan dapat diwisuda. Poin SPKK sangat efektif untuk mahasiswa baru karenamahasiswa masih takut dan percaya dengan isu yang beredar. Padahal sampai saat ini terbuktibelum ada mahasiswa yang tidak diwisuda karena poin SPKK yang tidak mencukupi.

#Hubungan Luar

  • Apa saja program kerja Kemenlu BEM FK UNS untuk setahun kedepan? Program kerja Kemenlu BEM FK UNS kurang lebih sama dengan Kemenlu BEM FK UGM, beberapa diantaranya : 1. Forum Alumni, merupakan regulasi alumni, difokuskan kepada terutama alumni BEM. 2. Membawahi Eksternal, seperti CIMSA, AMSA, dan BSO-BSO lain, Study Club serta Public Speaking. 3.Menerima tamu dan kunjungan-kunjungan ke FK UNS. 4.Membentuk  Relasi,  untuk  bisa  mengembangkan  program kerjanya,  kira-kira  bisa  memberikan bantuan apa untuk relasi tersebut, dll.
  •  Program kerja apa yang paling digencarkan saat ini? Untuk  tahun ini,  program kerja  yang  paling  digencarkan  adalah  membentuk relasi, terutama kepada instansi-instansi di Solo seperti Solo Post, dan lain-lain. Karena kalau kita berelasi denganinstansi, terutama bank, mereka bisa bekerja sama dengan kita untuk misalnya membuat programatau  kegiatan  sosial.  Hal  ini  merupakan  simbiosis  mutualisme  karena  mereka  mendapatkanpublikasi dari kita, sehingga kita mendapatkan dana dari mereka.
  • Bagaimana membina hubungan yang baik dengan dekanat? Kami  biasanya  memberikan  kenang-kenangan  untuk  dekanat  yang  akan  lengser  dan  menjaga hubungan dengan mereka.
  • Adakah saran untuk kementrian kami? LKMM ISMKI, sebaiknya Himpunan Mahasiswa boleh ikut agar terjadi pemerataan ilmu. Kalau  dana  untuk  Rakorwil  terbatas,  lebih  baik  mengurangi  kuota  peserta  yang berangkat  kesana karena untuk hal seperti itu tidak terlalu membutuhkan orang yang banyak.
  • Rencana kedepannya mengenai hubungan dengan Kementrian Hubungan Luar BEM FK UGM? Mari membuat rencana untuk melakukan kunjungan ke universitas di Semarang bersama-samaantara BEM FK UGM dengan BEM FK UNS! Karena ada istilah JOGLO SEMAR (Jogjakarta – Solo –Semarang), tampaknya akan menjadi rencana yang bagus. Dengan begitu niscaya akan berimbas baik untuk kita semua.

#PSDM

  • Bagaimana alur kaderisasi? Kaderisasi  di FK UNS dimulai  dari tahun pertama dengan kegiatan OSMARU berjenjang (wajib untuk seluruh mahasiswa baru). Mahasiswa tahun pertama: OSMARU berjenjang dibagi 3 bagian: OSMARU jurusan (yang mengurus tahun ke-4, BEM yang mengawasi, yang melaksanakanhimaprodi), Masa Bimbingan/Mabim (mahasiswa baru dibimbing oleh mahasiswa tahun ke-2 selama 1 bulan untuk pengenalan di dalam fakultas), Bakti Sosial/Baksos (yang mengurus tahun ke-3).
  • Setiap mahasiswa yang ingin ikut organisasi internal fakultas (organisasi dalam fakultasyang  bersifat  eksternal  seperti  AMSA  dan  CIMSA  memiliki  alur  yang  berbeda  lagi)  diberikesempatan untuk mengikuti magang selama 1 bulan (tidak wajib dan tidak menjadi syarat untuk masuk ke organisasi tertentu, biasanya di semester pertama). Pada saat magang nanti mahasiswa akan dilibatkan ke dalam proker-proker tiap organisasi yang diminati sebagai anggota tidak tetap supaya mereka  mendapatkan gambaran apa saja  yang akan  dilakukan  jika  bergabung dengan organisasi  tersebut.  Setelah  itu  akan  diadakan  open  recruitment  dari  tiap  organisasi  masing-masing.
  •  Bagaimana kondisi PH dan staff BEM? Solid atau tidak? Bagaimana cara membuatnya solid? Jika kurang solid apa saja hambatannya? Solid  biasanya  hanya  per  kementrian  (karena  proker  sama,  sering  rapat,  dll).  Kalau  untuk keseluruhan  biasanya  karena  dilibatkan  ke  proker-proker  yang  mau tidak  mau semuanya  ikut turun  tangan  (biasanya  di  akhir  kepengurusan,  seperti  kegiatan  OSMARU).  Solid  se-BEMnya biasanya agak sulit, tapi biasanya dipererat dengan kegiatan Ospek Fakultas (yang melaksanakanBEM langsung, beda dengan ospek jurusan. Diadakan di antara Mabim dan Baksos). Di tahun inisekjen  BEM  FK  UNS  menginisasi  kegiatan  “BEM’s  Day”.  Kegiatannya  mengumpulkan  seluruhpengurus  BEM  sebulan  sekali  (biasanya  di  minggu  ke-2),  biasanya  diadakan  sharing  tiap kementrian, pemberian materi, dll.
  •  Bagaimana sistem penjagaan pengurus? Apa oleh PSDM saja? PSDM di BEM FK UNS mengurus mahasiswa di fakultas (bekerja sama dengan himaprodi masing-masing), sedangkan yang mengurus internal BEM nya adalah Sekjen (Sekjen membawahi 3 bagian staff ahli sekaligus tanpa menteri yaitu Personalia,  Rumah Tangga, dan Riset dan Inovasi. Staff personalia yang akan mengurus penjagaan Pengurus Harian Tetap). Tetapi, PSDM punya proker untuk internal BEM yaitu Mentoring (semacam pemberian materi tentang keorganisasian).
  •  Apa ada upgrading untuk PH? Bagaimana bentuknya? Hal tersebut diurus oleh  sekjen  dan  PSDM,  upgrading  (sarana  internalisasi)  digabung  dengan  training kepengurusan (taxi). PSDM khusus pemberi materi tentang organisasi. Upgrading dipegang oleh sekjen.
  •  Apa ada evaluasi untuk PH? Bagaimana Bentuknya? Apa yang akan dilakukan apabila ada PH yang “nyeleweng”? Tergantung masing-masing menteri tiap kementrian. Kalau ada staff yang ilang-ilangan biasanya“ditarik” ke proker-proker lain dari supaya mereka masih tetap di BEM (sejauh ini sudah berhasil).

#Advokasi

  • Apa saja proker dari Kementrian Advokasi di UNS? Secara garis besar program kerja kementrian Advokasi BEM FK UNS terbagi menjadi dua pembagian program yaitu Kesejahteraan Mahasiswa serta Kajian dan Aksi.
  • Bagaimana dan apa sajakah program dari Kesejahteraan Mahasiswa? Program kesejahteraan mahasiswa terdapat informasi alur pengajuan beasiswa, informasi beasiswa, dispensasi UKT beserta alur pengajuannya. Selain itu, ada program “Sahabat Mahasiswa Baru” yaitu berupa leaflet berisi informasi indekos terdekat, tempat makan murah dsb.,  timeline beasiswa, informasi asuransi kesehatan mahasiswa,dan pengajuan dispensasi UKT (untuk mahasiswa baru). Terakhir, adanya kesejahteraan mahasiswa himpunan yaitu pengadaan audiensi berbagai pihak di fakultas dibantu dewan mahasiswa (penj. : senat). (acara seperti sarasehan di FK UGM).79. Di luar dari ini semua, terdapat program Up-grading staf dan anggota kementrian advokasi yaitu “sekolah advokasi”. Di dalamnya diajarkan bagaimana cara berkomunikasi yang baik, mengkaji isu dan pengolahannya, serta bagaimana melakukan advokasi dengan berbagai pihak dengan baik.
  •  Kami ingin tahu bagaimana BEM FK UNS mengawal klaim asuransi kesehatan mahasiswa? Apabila ada mahasiswa yang sakit dan itu cukup berat dan membutuhkan pertolongan BEM akan membantu dalam hal perizinan dengan pihak kampus dan membantu mahasiswa tersebut mengklaim asuransi kesehatan yang tentunya telah masuk dalam anggaran UKT yang dibayarkan.
  •  Apabila ada informasi beasiswa masuk, bagaimanakah mekanisme penginformasian dan pengawalannya oleh BEM? Informasi beasiswa akan didapat dari pihak universitas, kemudian masuk ke fakultas yang selanjutnya akan diinformasikan ke BEM. Selanjutnya, diinformasikan kepada mahasiswa dan BEMFK UNS diberikan wewenang untuk merekomendasikan mahasiswa mana yang harusnya diutamakan sesuai kuota yang tersedia, begitu pula dalam dispensasi UKT, BEM diberi wewenang untuk merekomendasikan. Prinsipnya adalah agar penyebaran beasiswa merata dan tidak hanya ke beberapa pihak saja.
  • Berbicara mengenai audiensi dengan berbagai pihak dalam fakultas (sarasehan), bagaimanakah mekanismenya? Audiensi di FK UNS menghadirkan pihak-pihak dekanat, dewan mahasiswa, dan perwakilan dari mahasiswa sendiri. Tujuan diadakannya untuk mengevaluasi dan menjadikan lingkungan kampus yang lebih baik. Mengenai tahapannya, terdapat (1) penjaringan aspirasi, Penjaringan aspirasi ini dilakukan dengan bantuan dewan mahasiswa dan dilakukan dengan angket tertulis kepada seluruh mahasiswa FK. Penjaringan aspirasi ini berupa angket pilihan bertingkat (skala) yang sebelumnya telah dirumuskan dengan pihak dewan mahasiswa terkait isu yang ingin di”gol”kan pada audiensi nanti. Penjaringan aspirasi dilakukan 2 kali dalam satu tahun kepengurusan dan sebagai evaluasi atas aspirasi yang telah masuk dan disetujui dalam angket dimasukkan pertanyaan evaluasi atas apa yang telah disepakati dalam audiensi sebelumnya, kemudian baru masuk ke dalam aspirasi yang baru.
  • Apakah ada pemilahan antara masalah fakultas dengan masalah-masalah yang ada di prodi tertentu? Ya tentu ada, itulah fungsi BEM dalam penjaringan aspirasi mahasiswa yaitu sebagai pemilah antara masalah fakultas dengan masalah prodi. Tentunya pemilahan tersebut agar pembahasan lebih terfokus dan tepat sasaran. Dalam forum audiensinya, apabila masalah yang ada itu dalam ranah prodi maka yang dihadirkan adalah HIMAPRODI dengan Kepala Bidang Prodi tersebut. Pelaksanaan forum audiensi tersebut bekerja sama dengan himaprodi dalam hal penyebaran angket dan penjaringan aspirasi (baik tingkat fakultas mau pun tingkat prodi) dan dalam forum audiensi prodi.
  • Masuk ke pembahasan Kajian Isu dan Aksi, Bagaimana kah program-program Kajian isu dan aksi oleh BEM FKUNS?Dalam kajian isu, terdapat dua bentuk yaitu isu fokus utama yang dibawa oleh BEM sejak awal kengurusan dan isu incidental. Kajian isu rutin dilakukan dalam dua minggu sekali oleh internal kementrian advokasi. Forum diskusi publik, membahas mengenai isu-isu yang ada, entah itu disiplin ilmu kesehatan maupun multidisipliner. Tujuannya adalah mencerdaskan mahasiswa FK atas isu-isu yang ada saat itu. Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pelaksanaan KTR ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama di FK UNS tetapi mengenai pelaksanaan dan kejelasan sanksi belum jelas yang menimbulkan permasalahan di FK UNS juga sebagai pengawalan isu atas undang-undang pertembakauan yang ada di DPR saat ini. Selain itu, BEM FK UNS juga menggandeng PDPI (Pesatuan Dokter Paru Indonesia) untuk mewujudkan Solo Tobacco Control, sebagai aksi pengawasan dan keberlangsungan kawasan bebas rokok di Kota Solo.

#Karistrat

  • Dalam menanggapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) & ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) hal-hal apa sajakah yang dilakukan BEM FK UNS dalam menanggapi hal tersebut? BEM FK UNS melakukan klarifikasi mengenai poin-poin yang diperoleh dari tahun lalu. Melakukan sejumlah kajian terkait pemahaman mahasiswa terhadap AFTA AFAS, melakukan kajian mengenai regulasi ASEAN & regulasi pemerintah ke kota. BEM FK UNS melakukan public hearing bersama-sama dengan DPRD. Selain itu BEM FK UNS mengadakan seminar kecil yang dihadiri oleh wakil walikota sebagai pembicara.  Untuk tahun ini, BEM FK UNS memfokuskan diri kepada mahasiswa.
  • Apakah BEM FK UNS melakukan kajian terkait akan diberlakukannya AFTA & AFAS?Ya, Kajian yang dilakukan BEM FK UNS pada tahun lalu, yang pernah dilakukan yaitu terkait kecerdasan, pemahaman mahasiswa mengenai AFTA AFAS. Hasilnya sudah disebar. Selain itu, kajian terkait apakah pemahaman regulasi ASEAN mengenai AFTA AFAS ini telah dipahami sampai kepada masyarakat, serta kajian mengenai apakah ada/tidak adanya regulasi yang disampaikan pemerintah ke kota (hasilnya, belum ada).
  • Mengenai bulan aksi yang diadakan oleh ISMKI apakah BEM FK UNS berencana mengikuti kegiatan tersebut? Ya, dijalankan sesuai SOP ISMKI. BEM FK UNS melaksanakan bulan aksi dengan 2 fokus utama (evaluasi JKN & masyarakat).
  • JKN : Target sasaran adalah mahasiswa tahun pertama dan kedua. BEM FK UNS berencana melakukan survey pada mahasiswa yang diawali dengan pemberian kesioner serta akan diputarkan video mengenai JKN, dan kemudian di bagian akhir diberi kuesioner kembali. Masyarakat : BEM FK UNS akan memfasilitasi masyarakat untuk sosialisasi dan akan membagikan leaflet.kepada masyarakat. Hal ini akan dilakukan pada CFD dan dilakukan juga kepada desa binaan.
  • Dalam hal pemberlakuan SJSN, hal-hal apa sajakah yang dikaji dan atau akan dikaji olehBEM FK UNS?  Kajian tahun lalu BEM FK UNS adallah mengenai kejelasan penggunaan Jamkesda dengan munculnya JKN.
  • Terkait World No Tobacco Day (WNTD), hal apa sajakah yang dilakukan oleh BEM FK UNS untuk menyukseskan gerakan tersebut? Mengadakan project “Solo Tobacco Control” serta bekerjasama dengan PDPI.
  • Apakah BEM FK UNS akan melakukan aksi untuk menyukseskan WNTD? Jika ya, dengan pihak-pihak mana sajakah aksi tersebut dilakukan? Dan dalam bentuk apa sajakah aksi tersebu tdilakukan? BEM FK UNS berencana mewujudkan kawasan tanpa rokok di dalam lingkungan BEM FK UNS karena masih terdapat karyawan yang merokok. Guna menyukseskan hal tersebut, BEM FK UNS berencana untuk membahas sanksi bagi perokok di sekitar lingkungan FK UNS dan mengajukannya dimasa-masa pemilihan dekan baru FK UNS, agar sanksi dapat ditetapkan. elain itu, BEM FK UNS juga akan mengadakan sebuah project yaitu “Solo Tobacco Control”. Dalam project ini, akan dibentuk sebuah organisasi (nama organisasi, anggota, serta gerakan organisasi akan dipegang oleh BEM FK UNS). Organisasi tersebut serta project tersebut seluruhnya merupakan kerjasama antara FK UNS dengan PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). BEM FK UNS berharap dengan adanya kerjasama dengan PDPI, kerjasama dengan pihak-pihak lain, organisasi lain, serta stakeholder-stakeholder dapat terjalin sehingga seluruh tujuan project “Solo Tobacco Control” dapat dengan sukses dicapai.
  • Diluar kajian mengenai AFTA, SJSN, dan WNTD. Kajian-kajian dalam hal apa sajakah yang dilakukan oleh BEM FK UNS ? Isu utama kajian BEM FK UNS adalah isu kesehatan. Selain itu, isu-isu internal, insidental juga menjadi bahan kajian BEM FK UNS.

Sekian laporan perjalanan FK Goes to University I, semoga hasil sharing BEM FK UGM dengan BEM FK UNS dapat saling memberikan manfaat untuk masing-masing organisasi agar lebih baik 🙂

Kementerian Hubungan Luar

BEM FK UGM