Agent of Change

Teman-teman mungkin pernah mendengar kata-kata seperti ini, “Saat ini kita membutuhkan seorang agen perubahan!”, tapi tahukan teman-teman apa yang dimaksud dengan agen perubahan? Menurut kamus Cambridge, yang dimaksud dengan agen perubahan adalah “seseorang atau sesuatu yang dapat mendorong orang lain untuk merubah tingkah laku atau opini mereka”, jadi intinya seorang agen perubahan adalah seseorang yang mampu menjadi alasan bagi orang lain utnuk melakukan perubahan. Dari definisi tadi kami rasa sudah benar, namun masih kurang. Seorang agen perubahan, menurut kami, selain dapat mendorong orang lain untuk berubah, ia juga harus mengarahkan perubahan ke arah yang lebih baik, dan juga setelah kondisi orang itu berubah, orang tersebut juga dapat menjadi agen perubahan bagi yang lain juga. Lalu, apa saja yang harus dimiliki oleh seorang agent perubahan untuk dapat melakukan hal tersebut?

 

Menurut pendapat kami, seorang agen perubahan harus memiliki berbagai kualitas seperti:

1. Mampu memotivasi orang lain

Ini tentu merupakan hal yang utama bagi seorang agen perubahan. Motivasi dapat dilakukan melalui dua cara yaitu; perkataan dan tindakan (sebagai role model). Kedua hal tersebut adalah suatu kesatuan, bila kita berbicara soal apa yang harus kita lakukan, maka tunjukanlah perkataan itu melalui tindakan, sehingga orang dapat melihat bahwa kita konsisten dengan perkataan kita

2. Mampu memahami keingininan dan kemampuan orang yang akan dirubahnya

Apabila kita ingin melakukan perubahan pada orang lain, tentu kita juga harus memahami keinginan orang yang akan kita rubah tersebut, sehingga mereka juga tertarik untuk berubah. Setelah kita menarik mereka untuk berubah, tentu kita harus menyesuaikan tugas apa yang dapat mereka lakukan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan

3. Selalu berpikir ke depan

Seorang agen perubahan adalah seorang yang selalu mempunyai visi, selalu memikirkan rencana ke depan, mau dibawa kemana organisasi yang akan dibawanya, apa tindakan yang harus dilakukan, masalah apa saja yang akan dihadapinya, dan bagaimana mengatasinya

4. Optimistik

Seorang agen perubahan harus selalu optimis, bahkan ketika pekerjaan yang dikerjakannya sedang mengalami hambatan. Hal ini penting agar semua yang mengikutinya dapat termotivasi untuk tetap berjuang.

 

Mungkin teman-teman masih merasa bahwa untuk menjadi seorang agen perubahan itu terlalu berat, kami bilang itu tidak benar. Untuk menjadi seorang agen perubahan, terutama di kalangan kita sebagai mahasiswa kedokteran, kita dapat melakukannya dengan hal kecil. Misalkan kita ingin merubah keapatisan mahasiswa kedokteran, maka kita dapat melakukan hal-hal seperti mempromosikan mengapa kita harus tanggap akan masalah orang lain, bagaimana cara kita agar dapat tanggap dan terampil dalam membantu orang lain, mungkin dengan memberikan suatu pelatihan, dan tentu juga kita harus dapat menjadi contoh bagi orang lain, mungkin dengan menjadi relawan bencana alam, membantu dalam donor darah, atau mungkin hanya dengan tindakan kecil seperti membantu orang yang disekitar kita

 

Itulah tadi beberapa hal mengenai agen perubahan. Apakah teman-teman sekarang mulai termotivasi untuk menjadi agen perubahan?