Cerdas Memilih Bermula dari Peduli

Cerdas Memilih Bermula dari Peduli

logo bem

BEM FK UGM 2014 Kabinet Inspiratif Mengabdi

Press Release Pasca Pemilu Legislatif 2014

Minggu, 20 April 2014

 

Pemilihan umum legislatif maupun eksekutif bukan sekedar seremonial belaka. Perlu kecerdasan politik untuk memilih calon yang ideal guna terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan adil. Maka dari itu, cerdas memilih adalah kunci kesuksesan bangsa.

Cerdas memilih tidak mempermasalahkan siapa yang akhirnya dipilih, namun bagaimana proses penentuan pilihan itu berlangsung dengan cerdas. Pemilih cerdas tidak akan dengan mudah terhasut dengan rayuan politik pihak tertentu, apalagi dengan iming-iming uang. Pemilih cerdas menentukan pilihan berdasarkan kejernihan hati dan pikiran.

Tidak mungkin masyarakat akan cerdas memilih ketika mereka tidak peduli terhadap bangsanya dan terhadap pemilu itu sendiri. Kepedulian tersebut salahsatunya tercerminkan dari antusiasme terhadap pemilu. Setiap warga negara Indonesia harus peduli terhadap pemilu. Baik dalam hal partisipasi cerdas memilih maupun tentang pelaksanaan pemilu itu sendiri. Masyarakat yang peduli adalah awal mula terbentuknya masyarakat yang cerdas memilih. Sedangkan masyarakat yang cerdas memilih adalah awal mula kemajuan bangsa.

ScreenShot019

Suara mahasiswa dalam pemilu 2014 ini sangat penting. Banyak mahasiswa perantau yang berasal dari luar pulau Jawa harus memindahkan tempat pemilihan dari tempat asal ke tempat dimana ia tinggal saat pemilihan berlangsung. Mahasiswa merupakan golongan pemilih yang tergolong kritis dan tidak mudah terhasut rayuan politik. Maka sudah seharusnya mahsiswa memiliki kepedulian yang lebih baik terhadap pemilu dibanding masyarakat secara umum. Mahasiswa diharapkan lebih cerdas dalam memilih.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada adalah bagian dari mahasiswa dan pemuda Indonesia. Tidak ada alasan bagi mahasiswa FK untuk tidak peduli terhadap pemilu. Sebab, disadari atau tidak, kebijakan kesehatan yang saat ini dirasakan adalah imbas dari pemilu. Maka dari itu, melalui hasil riset ini diharapkan kepedulian mahasiswa FK UGM khususnya dan mahasiswa pada umumnya terhadap pemilu akan meningkat. Sehingga terbentuk mahasiswa yang cerdas memilih.

Riset Pemilu Legislatif 2014

ScreenShot019_2Responden pada riset pemilu legislatif  2014 untuk mahasiswa FK UGM berjumlah 563 orang terdiri atas 126 responden laki-laki dan 437 responden perempuan yang diambil secara acak (random sampling). Sehingga perbandingan responden laki-laki dan perempuan adalah 1:4.

ScreenShot020Responden pada riset pemilu legislatif  2014 diambil di lima angkatan berbeda yaitu angkatan 2009 berjumlah 5 orang, angkatan 2010 berjumlah 13 orang, angkatan 2011 berjumlah 30 orang, angkatan 2012 berjumlah 258 orang dan angkatan 2013 berjumlah 254 orang. Dari data terlihat bahwa mahasiswa angkatan 2012 dan 2013 memiliki keterlibatan yang sangat tinggi dalam riset ini dibandingkan dengan angkatan di atasnya.

ScreenShot020_2Jumlah mahasiswa FK UGM yang mengetahui waktu pelaksanaan pemilu legislatif 2014 berjumlah 457 orang sedangkan 124 orang tidak mengetahui waktu pelaksanaan tersebut. Sehingga, perbandingan mahasiswa yang mengetahui waktu pelaksanaan dibandingkan yang tidak mengetahui adalah 4: 1.

ScreenShot021Jumlah mahasiswa FK UGM yang mengetahui waktu pelaksanaan pemilu presiden 2014 berjumlah 186 orang sedangkan 349 orang tidak mengetahui waktu pelaksanaan pemilu presiden. Berdasarkan data, didapatkan bahwa waktu pemilihan presiden masih sedikit yang mengetahui, dengan perbandingan mahasiswa yang mengetahui waktu pelaksanaan dibandingkan yang tidak mengetahui adalah 1: 3.

ScreenShot021_2Jumlah mahasiswa FK UGM yang mengetahui jumlah partai politik  di Indonesia adalah 123 orang sedangkan 418 orang tidak mengetahuinya. Beberapa jawaban dari responden menjawab sampai puluhan bahkan ratusan jumlah partai politik, padahal parpol di Indonesia saati ini berjumlah 12 parpol nasional peserta pemilu 2014.

ScreenShot022Jumlah mahasiswa FK UGM yang mengetahui cara pemindahan daerah pemilihan pada pemilu legislatif 2014 yaitu 183 orang sedangkan 398 orang tidak mengetahui. Oleh karena itu, BEM FK UGM senantiasa mengusahakan kesamarataan informasi antarmahasiswa melalui sosialisasi-sosialisasi pemilu melalui gerakan FK Cerdas Memilih.

ScreenShot022_2Mahasiswa FK UGM yang berminat mengetahui calon legislatif 2014 berjumlah 404 orang sedangkan 185 orang tidak berminat mengetahui calon legislatif. Padahal di kuesioner tercantum alamat website agar mahasiswa tertarik melihat web yang berisi profil singkat caleg 2014.

ScreenShot023

Perbandingan jumlah mahasiswa FK UGM yang mengunjungi situs dct.kpu.go.id dengan mahasiswa yang tidak mengunjunginya yaitu 1: 4-5. Hal ini terlihat bahwa mahasiswa yang mengunjungi situs tersebut berjumlah 100 orang sedangkan yang tidak mengunjungi berjumlah 488 orang. Situs tersebut bukan satu-satunya sumber mengenai profil caleg 2014, melainkan salahsatu situs resmi yang bisa memberikan gambaran singkat tentang caleg 2014 sekaligus memantik tumbuhnya kepedulian calon pemilih untuk mencari tahu lebih lanjut seputar caleg 2014.

Berdasarkan data-data di atas, pengetahuan mahasiswa FK UGM angakatan 2009-2013 terhadap pemilihan umum legislatif 2014 masih tergolong rendah. Oleh karena itu, gerak sinergis segenap Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Univeristas Gadjah Mada perlu ditingkatkan guna mewujudkan mahasiwa FK UGM yang cerdas memilih. Gerakan FK Cerdas Memilih yang dimotori BEM FK UGM “Inspiratif Mengabdiakan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mengedukasi mahasiswa FK UGM menjelang Pemilihan Umum Presiden 2014 yang akan datang.

 

#FKCerdasMemilih

Kementerian Riset dan Pengembangan